Bismillahhirrahmanirraahim…
Assaalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh,,
Apa kabar sahabat blog semuanya semoga kalian sehat selalu ya!! Baik pada blog kali ini saya akan menulis tentang penemuan seekor hewan langka keberadaannya di daerah saya, yaitu di desa riam danau kecamatan jelai hulu kabupaten ketapang kalimantan barat.
Hewan ini dinamakan Tarsius, Tarsius merupakan jenis primata terkecil di dunia, di Riam Danau masyarakat menyebutnya dengan nama Kebeningak. Secara umum tarsius bertubuh kecil dengan mata yang relatif lebih besar dari tubuhnya, dengan diameter bola mata 16 mm. walhasil untuk menemukan makanan, tarsius harus memutar kepala 180 derajat.
Primata ini memiliki panjang kepala dan tubuh antara 10 sampai 15 centimeter, namun kaki belakangnya hampir dua kali panjang tubuhnya, ia juga memiliki ekor yang ramping dengan panjang 20 hingga 25 centimeter. Tarsius merupakan hewan nocturnal atau aktif mencari makan pada malam hari. Serangga dan vertebrata kecil seperti ular dan cicak merupakan makanan utama tarsius.
Terdapat 7 jenis tarsius di Indonesia yakni Tarsius syrichta, Tarsius bancanus, Tarsius tarsier, Tarsius dentatus, Tarsius lariang, Tarsius pelengensis, Tarsius sangirensis, Tarsius tumpara, dan Tarsius pumilus. Habitatnya menyebar dipulau Sumatra (khususnya Bangka Belitung), pulau Kalimantan dan Sulawesi.
IUCN atau Uni Internasional Untuk Konservasi Alam, oraganisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam masih menempatkan tasrius pada kategori rentan. Pemerintah Indonesia juga memasukkan seluruh jenis Tarius sebagai hewan yang dilindungi, yaitu lewat PERMEN LHK & kehutanan RI No. P. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilundungi.
Tarsius di atas ditemukan oleh warga tersesat di tengah permukiman padat penduduk Dusun Kusuma Agung, Riam Danau kanan, kemudian di tangkap untuk di selamatkan, nantinya Tarsius ini akan di realese kembali ke alam sampai kondisinya memungkinkan, habitat Tarsius sendiri berada di dalam hutan primer yang jarang di jamah manusia, namun saat ini habitat aslinya mulai terganggu sehingga membuat tarsius tidak lagi hanya ditemukan di habitat asalnya, Naah untuk itu sebagai masyarakat yang baik, mari kita mendukung upaya konserfasi terhadap hewan” yang statusnya dilindungi agar keberadaan hewan tersebut tidak punah dan dapat terus berkembang biak di alam untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Mungkin hanya ini yang dapat saya tulis dari seorang narasumber yang menemukan hewan langka ini, jika ada kesalahan dalam penulisan penemuan hewan langka kiranya untuk dimaafkan. Kalau kurang silahkan sahabat blog untuk mencukupi agar kita saling melengkapinya. Sekian…
Wassalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar